Prosedur Pemberian Obat Khemostatika

CISPLATIN


Kemasan         : vial 10 mg/20 cc, 25 mg/50 cc
Cara melarutkan: Setiap 1 mg cis-platinum dilarutkan dengan 1 cc aquabidest.
Dosis               : 100 mg/m2
Premedikasi    : inj Ondansentron 0,1 – 0,2 mg/kgBB/ 6-12 jam

Cara pemberian :

Jalur 1 : lakukan hidrasi dengan larutan 2A 250cc selama 6 – 8 jam -> 30 gtt/m mikro
Jalur 2 : infus larutan 35 ml Mannitol 20% + 500 cc NaCl 0,9% dalam 24 jam -> 20 gtt/m mikro
Setelah hidrasi, jalur 1 diteruskan pemberian Cisplatin dalam 250 cc NaCl 0,9% dalam 24 jam -> 10 gtt/m mikro
Cara ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan ginjal.

CYCLOPHOSPHAMIDE

Nama lain CPA

Kemasan         : 200 mg/vial, 1000 mg/vial

Cara melarutkan : Setiap 100 mg cyclophosphamide dilarutkan dengan aquabidest sebanyak 5 cc.

Premedikasi    : inj Ondansentron 0,1 – 0,2 mg/kgBB/ 6-12 jam

Cara pemberian :

i.     CPA diencerkan dalam aquabidest 10 cc, dosis yang diinginkan dimasukkan dalam 250 cc NaCl 0,9% ,  habis dalam 4 – 6 jam –> 40 gtt/m mikro
ii.     Kasus tertentu : Retinoblastoma

  1. Jalur 1 : hidrasi dengan larutan 2A 250cc -> dalam 6 jam
  2. Jalur 2 : infus larutan 35 ml Mannitol 20% + 500 cc NaCl 0,9% dalam 24 jam -> 20 gtt/i mikro
  3. CPA yang diinginkan dilarutkan dalam 250 ml NaCl 0,9% diberikan pada jalur 1 habis dalam 24 jam -> 10 gtt/m

iii.     Sebelumnya diberikan dulu Uromitexan ( Mesna ® ) dengan dosis 20% dari dosis CPA untuk mencegah efek toksik obat terhadap vesica urinaria, berikan 15 menit sebelum sitostatika drberikan dan selanjutnya tiap 4 jam sampai 24 jam setelah sitostatika.

CYTARABIN

Nama lain Alexan, AraC, Cytosin Arabinoside

Kemasan         : 100 mg/ 1 cc -> sitosin arabinosid

500 mg/ 5 cc -> untuk IT
100 mg/ 5 cc -> untuk iv
Cara melarutkan : Setiap 100 mg cytosine arabinoside dilarutkan dengan cairan yang sudah tersedia sebanyak 5 cc.

Dosis               : 15 mg / m2 / hari

Cara pemberian :

i.     Intra vena        : 250 cc NaCl 9% + dosis yang diinginkan -> di drip habis dalam 4 jam
ii.     Intratekal        : sesuai dosis di protokol
iii.     Subkutan bila hanya diperlukan dosis biasa untuk maintenance

DOXORUBICINE

Nama lain Donorubicin, Doxorubin

Kemasan         : 20 mg/vial

Cara pemberian :

i.     Bungkus selang infus dengan koran ( menghindari dari sinar matahari)
ii.     Masukkan Doxorubicin sesuai kebutuhan dalam 500 cc NaCl 0,9% drip selama 12 jam ( 40 gtt/m mikro) atau 24 jam ( 20 gtt/m mikro)

Selama pemberian dipantau frekuensi jantung. Karena Doxorubicin bersifat kardiotoksik -> bisa terjadi bradikardi, bila hal itu terjadi dihentikan sementara.

ETOPOSIDE

Kemasan         : 100 mg/ 5 cc

Dosis               : 150 mg/m2

Cara pemberian :

Dilarutkan dalam 100 cc D 5%+ NaCl 0,22% (dosis sesuai protokol) à habis dalam 1 jam

CARBOPLATIN

Bila tdk tersedia diganti dengan Cisplatin

Kemasan         : 150 mg/ 5 cc

Dosis               : 120 mg/m2

Cara pemberian :

Dilarutkan dalam 100 cc D 5%+ NaCl 0,22% (dosis sesuai protokol) à habis dalam 1 jam

LEUNASE ( L-Asparaginase )

Kemasan         : 10.000 u/ vial

Dosis               : 6000 u/m2

Diencerkan dengan aquabidest atau NaCl 0.9% 5 cc

Cara pemberian :

i.     Dosis yang diinginkan dimasukkan dalam 250 – 500 cc NaCl 0,9%, kemudian didrip selama 6 – 12          jam
ii.     Hati-hati reaksi alergi à kalau alergi inj. Dexamethason + CTM oral
iii.     Skin test dulu pada pasien yang pertama kali mendapat Leunase. (0,1 cc NaCl + 1 – 10 U L-Asparaginase diberikan subkutan); bila positif à  dicoba diberikan dengan pengenceran lebih banyak (semacam disensitisasi) dengan terus diobservasi.

METHOTREXATE

Kemasan         : 50 mg/2 cc (IT), 50 mg/5 cc (IV) atau bentiuk tablet 2,5 mg

Cara melarutkan : Setiap 2,5 mg MTX dilarutkan dengan aquabidest sebanyak  1 cc. Bila diperlukan dosis tinggi, 50 mg dapat dilarutkan dengan 2-4 cc aquabidest.

Cara pemberian :

i.     MTX intraechal : dosis sesuai tabel pada protokol
Untuk mencegah alergi terhadap MTX sebaiknya dicampur dengan dexametason sebanyak dosis MTX; jumlah larutan yang dimasukkan harus sesuai dengan cairan liquor yang dikeluarkan. Dapat disimpan pada suhu 4 – 80C selama 2 minggu
ii.     MTX dosis tinggi ( 1000 mg/m2)
Bungkus infus dengan koran
Dosis nyang diinginkan dimasukkan dalam 500 cc NaCl 0,9% selama 12 jam :
10% à 100 cc NaCl 0,9% à 1 jam ( 100 gtt/m mikro)
90% à 500 cc NaCl 0,9% à 12 jam ( 40 gtt/m mikro)
Setiap pemberian MTX dosis tinggi melalui iv ( 24 jam kemudian) à drberikan Folic Acid/Leukovorin / 6 jam/iv selama 3 hari ( jumlah 12x pemberian)

Erbantol® 10-15 mg/m2/x / 6 jam
iii.     MTX oral , tablet 2,5 mg

VINCRISTINE

Kemasan         : 1 fl. A’ 1 mg atau 0,5 mg à berbentuk kristal

Cara melarutkan : Setiap 1 mg dilarutkan dengan cairan yang sudah tersedia sebanyak 10 cc. Larutan VCR dapat bertahan 1 minggu bila disimpan pada suhu 4 – 80C.

Cara pemberian :

i.     Intravena : Bila belum yakin jarum masuk ke dalam vena sebaiknya memakai semprit yang berisi NaCl 0,9% dahulu, baru kemudian diganti dengan sempri yang berisi vincristin (jangan sampai terjadi ekstravasasi karena dapat menyebabkan nekrosis jaringan). Sebaiknya tidak memakai jarum bekas melarutkan obat ini, pakailah jarum yang baru.

VINBLASTIN

Kemasan :  1 fl. a ‘ 10 mg —  berbentuk kristal

Cara melarutkan : Setiap 10 mg Vinblastin dilarutkan dengan cairan yang sudah  tersedia sebanyak 10 cc.

Cara pemberian : Intravena; sama dengan pemberian Vincristin.

BLEOMISIN

Kemasan : 1 fl. a’ 15 U  berupa Kristal

Cara melarutkan : Setiap 15 U Bleomisin dapat dilarutkan dengan aquabidest, NaCl atau Dextrose 5%.

Cara pemberian :

i.     Intravena
ii.     Intramuskular
Karena ada kemungkinan terjadi gejala samping berupa hipertensi, hipotensi, kolaps kardiovaskuler yang dapat menyebabkan kematian, sebaiknya dilakukan tes dulu dengan mempergunakan 1 U Bleomisin kemudian diobservasi selama 24 jam sebelum memberikan dosis yang diperlukan.

ADRIAMISIN

Kemasan : 1 fl. a’ 10 mg/ 50 mg à berbentuk kristal berwarna merah tua

Cara melarutkan : Setiap 1 mg Adriamisin dilarutkan dengan 1 cc aquabidest.

Cara pemberian : Intravena: Seperti memberikan Vincristin karena dapat pula menyebabkan nekrosis jaringan bila terjadi ekstravasasi.

ACTINOMYCIN D

Kemasan : 1 fl a’ 0.5 mg (500 ug) —   berbentuk kristal.

Cara melarutkan : 0.5 mg dilarutkan dengan 1 ml aquabidest.
Sesudah dilarutkan, tidak tahan terhadap sinar matahari.

Cara pemberian : i.v. seperti memberikan Vincristin/Adriamisin karena bila terjadi extravasasi obat ini pun dapat menyebabkan nekrosis jaringan.

PERHATIAN:
SEBELUM MEMBERIKAN SITOSTATIK, BACA DULU MENGENAI CARA PEMBERIAN DAN KOMPLIKASI YANG MUNGKIN TIMBUL AKIBAT SITOSTATIK TERSEBUT: BAIK BERUPA KOMPLIKASI YANG TIMBUL SEGERA MAUPUN KEMUDIAN DAN BACA PULA MENGENAI CARA PEMANTAUAN DAN CARA MENGATASI KOMPLIKASI TERSEBUT.
Dr Heru Noviat Herdata SpA

~ by Dr Heru Noviat Herdata SpA on 03/09/2010.

One Response to “Prosedur Pemberian Obat Khemostatika”

  1. Semua CoAss yang stase non infeksi, terutama yang memengan pasien hematologi wajib membaca post ini…

    Dr Heru Noviat Herdata SpA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: