Menjadi Donor Darah

Menjadi Donor Darah

Salah Satu Bentuk Kepedulian Bagi Sesama

Kita semua pasti ingin berbuat sesuatu untuk mengubah dan menyelamatkan dunia. Namun, sadarkah kita bahwa menyelamatkan dunia bisa dimulai dari menyelamatkan satu nyawa? Bahkan, menyelamatkan nyawa sesama pun tidak selalu mengharuskan kita berkorban seluruh jiwa dan raga.

Pernahkah terbayangkan mereka yang menjadi korban kecelakaan, atau yang mengidap penyakit tertentu (seperti penderita Leukimia, Hemofilia) atau penderita penyakit lain yang membutuhkan transfusi darah, dapat tertolong dan terselamatkan karena sumbangan darah kita? Mungkin kita terlupa bahwa kita sebagai generasi muda bisa turut peduli dengan keselarasan kehidupan bersama hanya dengan menyumbang darah kita.

Menjadi donor

Diungkapkan oleh para ahli medis bahwa kita tidak perlu takut akan kekurangan darah setelah proses pengambilan darah. Volume darah akan kembali menjadi normal setelah 24 jam berdonor. Selain itu, dalam waktu 4 sampai 8 minggu sel-sel darah akan dibentuk kembali. Sehingga tidak mustahil, bahwa dalam waktu 3 sampai 4 bulan, kita bisa menyumbang darah lagi.

Sebelum mendonorkan darah, ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi calon donor. Ketentuan ini biasanya disesuaikan dengan kondisi daerah setempat. Sebagai contoh, di Belanda, calon donor harus memiliki berat badan sedikitnya 50 kg, sedang di Indonesia adalah 45 kg.

Tenaga medis yang menangani donor akan mengajukan beberapa pertanyaan penting, memeriksa golongan darah, tekanan darah, dan pemeriksaan medis lain yang diperlukan sebelum kegiatan berdonor dimulai. Proses pengambilan darah sendiri mengambil waktu lebih kurang 10 menit. Bila waktu – dari menjawab pertanyaan, pengecekan darah dan tekanan darah, sampai dengan proses pengambilan darah – dijumlahkan, tidak akan lebih dari 1 jam.

Secara teknis, Palang Merah Indonesia (PMI) mempersyaratkan calon donor untuk memenuhi kondisi sebagai berikut:

– berumur 17 – 60 tahun

– berat badan minimum 45 kg

– bertekanan darah baik (Sistole: 110 – 160 mm Hg, Diastole: 70 – 100 mm Hg)

– denyut nadi teratur 50 – 100 kali per menit

– memiliki hemoglobin minimal, wanita: 12 gr %, pria: 12,5 gr %

– jumlah penyumbangan per tahun paling banyak 5 kali, dengan jarak penyumbangan sekurang-kurangnya 3 bulan.

Selain itu, ada beberapa kondisi atau keadaan  yang membuat orang tidak boleh mendonorkan darah, antara lain: pengidap HIV/AIDS menurut hasil pemeriksaan pada saat sebelum donor darah, pernah menderita hepatitis B, mempunyai resiko tinggi untuk mendapatkan HIV/AIDS (homoseks, morfinis, berganti-ganti pasangan seksual, pengguna jarum suntuk tidak steril). Persyaratan lebih lengkap bisa dilihat di situs-situs Palang Merah atau organisasi donor darah sukarela.

Kesadaran menyumbang darah

Sebagaimana diungkapkan oleh organisasi-organisasi kemanusiaan di Amerika Serikat, secanggih apapun teknologi yang dapat digunakan dalam dunia medis, tidak ada satu substansi pun yang bisa menggantikan darah manusia sehat bagi mereka yang membutuhkan transfusi darah.

Namun, fakta menunjukkan keironisan. Kesadaran dan keinginan untuk menjadi donor tampak tidak sebanding dengan kemudahan prosedur menjadi donor. Baik negara-negara berkembang maupun negara-negara maju sampai saat ini belum memiliki jumlah donor sukarela yang cukup untuk memenuhi kebutuhan darah bagi mereka yang membutuhkan.

Di Amerika, lebih kurang 60% dari total populasi memenuhi persyaratan. Tetapi hanya 5% dari populasi tersebut menjadi donor darah sukarela. Padahal, sekitar 5 juta jiwa membutuhkan transfusi darah setiap tahun.

Seperti dikutip dari National Blood Service, pada tahun 2005, organisasi tersebut berhasil mengumpulkan 2,1 juta sumbangan darah dari sekitar 1,6 juta donor di Inggris. Ini tidak banyak, karena ini hanyalah 5% dari populasi yang memenuhi persyaratan, yang menyumbang 2 atau 3 kali per tahun.

Di Belanda, dari total populasi sejumlah lebih dari 16 juta jiwa, tercatat 500.000 donor menyumbang darah pada tahun 2004.

Pada tahun 2005, Palang Merah Indonesia (PMI) mampu mengumpulkan 1.285.000 kantung darah atau setara dengan 350.000 donor darah. Ini diasumsikan bahwa tingkat penyumbangan adalah 6 orang per 1.000 penduduk. Jumlah ini tentu saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan minimal bagi populasi di Indonesia. Bila menggunakan tolok ukur yang ditetapkan oleh badan kesehatan dunia,  World Health Organisation (WHO); sekitar 4 sampai 4,5 juta kantung darah yang diperoleh dari 1 juta donor per tahun akan memenuhi kebutuhan bagi 215 juta jiwa. Disebutkan oleh ahli medis, hal ini sebenarnya bisa diwujudkan selama kontinuitas pendonoran tetap terjaga atau keteraturan penyumbangan darah (paling tidak 3 bulan sekali).

Organisasi-organisasi donor darah sukarela

Bila kita mendengar kata donor darah, yang tercetus dalam kepala kita seringkali adalah organisasi Palang Merah. Di Indonesia, ada beberapa organisasi donor darah sukarela yang bekerja sama dengan Palang Merah, seperti Forum Komunikasi Dermawan Darah (Fokuswanda) dan Persatuan Donor Darah Indonesia (PDDI)

Belanda memiliki organisasi serupa bernama Sanquin  (Stichting Sanquin Bloedvoorziening .red) yang didirikan pada tahun 1998. Organisasi ini berperan sebagai pusat dari semua organisasi donor darah sukarela di Belanda.

Penghargaan bagi donor darah sukarela: 14 Juni, hari donor darah sedunia

Sebagai wujud penghargaan bagi semua donor darah (sukarela), organisasi kesehatan dunia, WHO mencetuskan tanggal 14 Juni sebagai hari donor darah sedunia. Tanggal 14 Juni ini dipilih untuk memperingati tanggal kelahiran Karl Landsteiner, peraih penghargaan Nobel atas jasanya menemukan golongan darah pada tahun 1900.

Banyak organisasi yang menyelenggarakan kegiatan-kegiatan khusus berhubungan dengan hari donor darah sedunia. Di Belanda, organisasi nasional yang bekerja sama dengan Palang Merah Belanda (Nederlandse Rode Kruis,red)  merencanakan beberapa aktivitas, antara lain kegiatan donor darah massal.

Pemerintah Indonesia memberi penghargaan Satya Lancana Kebaktian Sosial kepada warga negara yang menjadi donor darah sukarela, yang menyumbangkan darah sebanyak 100 kali (lebih kurang dalam kurun waktu 30 tahun).

Dengan keberadaan hari donor darah sedunia dan berbagai aktivitas terkait dengan peringatan ini, diharapkan jumlah orang-orang yang berpotensi menjadi donor dan bersedia menyumbangkan darah semakin meningkat.

~ by Dr Heru Noviat Herdata SpA on 09/05/2009.

2 Responses to “Menjadi Donor Darah”

  1. klo penderita tumor ganas yg blm terdeteksi boleh donor ga?

  2. sy tlh jd angg sjk thn 1993 s/d skrg (no. angg : 71311058760) ingin kartu anggota yang baru bagaimana caranya ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: