Leukemia Limfoblastik Akut

BATASAN

Leukemia adalah suatu keganasan organ pembuat darah, sehingga sumsum tulang didominasi oleh klon maligna limfositik dan terjadi penyebaran sel-sel ganas tersebut ke darah dan semua organ tubuh.

EPIDEMIOLOGI

Leukemia menempati 40% dari semua keganasan pada anak. Faktor risiko terjadi leukemia adalah kelainan kromosom, bahan kimia, radiasi, faktor hormonal, infeksi virus.

PATOGENESIS DAN KLASIFIKASI

– Blastosit abnormal gagal berdiferensiasi menjadi bentuk dewasa, sementara proses pembelahan berlangsung terus. Sel-sel ini mendesak komponen hemopoitik normal sehingga terjadi kegagalan sumsum tulang. Disamping itu, sel-sel abnormal melalui peredaran darah melakukan infiltrasi ke organ-organ tubuh.

Klasifikasi :

Dikenal 2 golongan besar leukemia akut :
– Leukemia limfoblastik akut (LLA) : sel induk berasal dari sel induk sistem limfoid
– Leukemia mieloblastik akut (LMA) : sel induk berasal dari sel induk sistem mieloid

DIAGNOSIS

1. Anamnesis
Anemia, sering demam, perdarahan, berat badan turun, anoreksia, kelemahan umum.
Keluhan pembesaran kelenjar getah bening dan perut.

2. Pemeriksaan fisis
Anemis dan tanda perdarahan : mukosa anemis, perdarahan, ulsera, angina Ludwig
Pembesaran kelenjar limfe general
Splenomegali, kadang hepatomegali.
Pada jantung terjadi gejala akibat anemia.
Infeksi pada kulit, paru, tulang.

3. Pemeriksaan penunjang
Anemia normositik normokromik, kadang kadang dijumpai normoblas.
Pada hitung jenis terdapat limfoblas. Jumlah limfoblas dapat menyampai 100%.
Trombositopeni, uji tourniquet positif dan waktu perdarahan memanjang.
Retikulositopenia.
Kepastian diagnostik : pungsi sumsum tulang, terdapat pendesakan eritropoiesis, trombopoesis, dan granulopoesis. Sumsum tulang di dominasi oleh limfoblas.
Rontgen foto toraks AP dan lateral untuk melihat infiltrasi? mediastinal.
Lumbal pungsi : untuk mengetahui ada infiltrasi ke cairan serebrospinal.

PENATALAKSANAAN

1. Protokol pengobatan
Protokol pengobatan menurut IDAI ada 2 macam yaitu :
a. Protokol half dose metothrexate (Jakarta 1994) lihat Lampiran
b. Protokol Wijaya Kusuma (WK-ALL 2000) lihat lampiran

2.      Pengobatan suportif
Terapi suportif misalnya transfusi komponen darah, pemberian antibiotik, nutrisi, dan psikososial.

PEMANTAUAN
1. Terapi
Komplikasi terapi adalah alopesia, depresi sumsum tulang, agranulositosis. Sepsis merupakan komplikasi selama pengobatan sitostatika.
Pada pemberian kortikosteroid dapat terjadi perubahan perilaku, misalnya marah, dan nafsu makan yang berlebihan.

2. Tumbuh Kembang
Pasien secepatnya masuk sekolah. Dalam jangka lama perlu diobservasi fungsi hormonal dan tumbuh kembang anak.

PROGNOSIS
Prognosis tidak baik. Angka kematian tinggi.

Sumber : Pediatrik.com

~ by Dr Heru Noviat Herdata SpA on 23/09/2008.

2 Responses to “Leukemia Limfoblastik Akut”

  1. kasian yach anak-anak yang menderita leukemia itu…smoga aj ada cara cepat dan mudah mengatasi masalah leukemia yang ganas itu…
    http://melilea-organik.com/darah/kanker-darah.html

  2. Saya ingin bertanya apakah yang dimaksud dengan keganasan Hematology seri meiloid?

    Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: