Anak Kurang Konsumsi Zat Besi Berisiko Terkena Anemia

Bayi maupun anak-anak yang tidak cukup mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi akan berisiko terkena anemia, karena tubuh mereka memerlukan lebih banyak zat besi untuk masa pertumbuhan.

Bayi akan lebih berisiko terkena anemia di masa pertumbuhannya yang berjalan cepat karena tidak memperoleh masukan zat besi dalam jumlah yang cukup. Begitu juga dengan bayi yang berat badannya terlalu rendah atau bulan lahirnya kurang dari normal, mereka memiliki risiko menderita anemia karena persediaan zat besi dalam tubuhnya hanya sampai umur dua bulan saja. Demikian halnya anak umur 1-3 tahun mudah sekali terserang anemia, karena anak pada usia tersebut sulit sekali mengonsumsi makanan yang mengandung banyak zat besi.

Anak dengan gangguan anemia dapat ditandai dengan tubuh yang lesu atau lemah, daya tahan menurun, serta mudah sakit (terutama terkena infeksi) sehingga badannya terus melemah, dan akhirnya tidak memiliki nafsu makan.

Zat besi paling banyak terkandung dalam kelompok lauk-pauk, seperti hati, daging sapi, telur, dan ikan sebagai sumber protein hewani yang mudah diserap. Dari kelompok zat tepung, dapat berupa gandum, jagung, kentang, ubi jalar, talas, beras merah atau putih, dan ketan hitam. Dari kelompok sayuran terdiri dari kacang-kacangan, kismis, tahu, dan kacang mete. Dan dari kelompok buah, terdapat pada kurma, apel, jambu, pepaya, belimbing, alpukat, nangka, salak, dan srikaya.

~ by Dr Heru Noviat Herdata SpA on 19/09/2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: