Leukemia Mengintai Anak

Keganasan kanker telah dikenal seantero dunia. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun tak luput dari bahaya penyakit yang satu ini.Leukemia menjadi jenis kanker paling rentan membayangi anak-anak.

LEUKEMIA merujuk kepada satu kelompok penyakit darah yang ditandai dengan kanker pada jaringan-jaringan yang memproduksi darah. Jenis kanker ini paling banyak menimpa anak-anak di negara industri. Di Britania Raya, satu dari 2.000 anak menderita penyakit ini. Lalu, bagaimana di Indonesia? Yayasan Onkologi Anak Indonesia menyatakan, setiap tahun ditemukan 650 kasus kanker baru di seluruh Indonesia, 150 kasus di antaranya terdapat di Jakarta. Umumnya, pasien kanker anak datang setelah masuk stadium lanjut yang sulit untuk disembuhkan.

Sebanyak 70% merupakan penderita leukemia atau kanker darah. Gejala yang perlu diwaspadai dan sering ditemukan pada leukemia, antara lain pucat, demam yang tidak jelas sebabnya, pendarahan yang tidak jelas sebabnya, nyeri tulang, pembengkakan perut. Umumnya, kanker pada anak tidak mudah diketahui secara dini. Salah satu penyebabnya, pada tahap awal, bagi penderita jarang memberikan keluhan ataupun gejala yang mudah dilihat oleh orangtuanya.

”Pada anak-anak, sekitar 98% leukemia yang diderita adalah akut,” ujar dokter bagian Hematologi/Onkologi Alfred I duPont Hospital Wilmington Robin E Miller MD, seperti dilansir http://www.kidshealth.com. Sementara itu, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar, menyatakan, menangani 153 kasus penyakit kanker, sebagian besar diderita anak-anak di bawah umur 18 tahun selama kurun waktu tiga tahun terakhir. ”Setiap tahun rata-rata kami menangani 50 kasus dengan tingkat kesembuhannya sebesar 44%.

Kanker pada anak sekitar 60% adalah leukemia dan 40% kanker padat,” ujar staf bagian penyakit kanker RSUP Sanglah Bali Ida Bagus Mudita, baru-baru ini seperti dikutip Antara. Pada abad ke-19, leukemia dilihat sebagai satu penyakit mematikan tunggal yang homogen, ditandai oleh penampakan sampel darah yang putih. Namun, dengan berkembangnya pemahaman proses patologi dan citologi, para dokter mampu mengenali penyakit berbeda yang membutuhkan perawatan berbeda.

Secara umum, leukemia dapat dikelompokkan secara klinikal dan patologikal kepada bentuk akut (pertumbuhan cepat) dan kronik (pertumbuhan lambat). Leukemia yang diderita anak-anak dapat diklasifikasi menjadi leukemia limfosit akut atau acute lymphocytic leukemia (ALL) dan leukemia mielogenus akut atau acute myelogenous leukemia (AML), tergantung dari spesifikasi sel darah putih di bagian mana yang terkait. Sekitar 60% dari anak-anak penderita ALL dan sekitar 38% menderita jenis AML. Umumnya anak-anak menderita ALL pada usia antara 2-8 tahun.

Lebih spesifiknya, penderita ALL pada usia 4 tahun. Meskipun kadang ditemui anak-anak menderita leukemia mielogenus akut (chronic myelogenous leukemia/CML),hanya terdapat sekitar 50 kasus setiap tahunnya di Amerika Serikat. Anak-anak yang memiliki risiko terjangkit leukemia ialah anak-anak yang mengalami penyakit genetik tertentu, seperti Li Fraumeni syndrome, down syndrome, atau Fanconi’s anemia.

Hal ini disebabkan pengobatan medis yang menekan sistem imun setelah transplantasi organ. Umumnya, baik orangtua maupun anak-anak tidak dapat mengontrol hal-hal yang dapat memicu leukemia. Meskipun, beberapa penelitian telah menyimpulkan kemungkinan penyebab leukemia dari faktor lingkungan. ”Biasanya, leukemia muncul dari mutasi gen dari sel darah. Mutasi ini muncul secara acak dan sulit ditebak, bukan keturunan sehingga sulit mencari cara efektif mencegah leukemia,”ungkap Miller. Sedangkan Mudita menjelaskan, hasil penelitian menunjukkan angka kejadian kanker pada anak adalah 120 penderita baru per satu juta per tahun, anak di bawah umur 18 tahun.

”Dalam proses penyembuhan tersebut sangat ditentukan oleh peran serta pasien dan keluarganya. Jika penyakitnya terdeteksi sejak dini, cukup membantu dalam proses penyembuhan,” tuturnya. Sementara itu, penemuan terkini mengenai leukemia menyatakan, adanya kemungkinan risiko baru bagi penderita kanker darah itu.

Selain risiko muncul kembali pada beberapa tahun mendatang,penderita juga berisiko mengidap kanker kedua. Peneliti dari Departemen Onkologi St Jude Children’s Research Hospital Memphis mengatakan, penderita leukemia yang telah melewati penyakit tersebut berpuluh tahun ternyata memiliki kemungkinan timbulnya jenis kanker lain di luar leukemia. Hijiya dan koleganya dalam Journal of the American Medical Association mengungkapkan, sebagian besar dari kanker kedua itu merupakan jenis tumor dalam level rendah.

~ by Dr Heru Noviat Herdata SpA on 14/09/2008.

One Response to “Leukemia Mengintai Anak”

  1. Dok,apa ciri-ciri fisik leukimia pada anak di bawah satu tahun?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: