Waspadai Kanker Yang Menyerang Si Kecil

Kanker tak hanya menyerang orang dewasa. Ada berbagai jenis kanker yang sering menyerang anak-anak.
Menurut Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization), setiap tahun jumlah penderita kanker di dunia bertambah kurang lebih 6,25 juta orang. Di Indonesia diperkirakan terdapat 100 penderita kanker di antara 100.000 penduduk per tahun. Dengan jumlah penduduk 220 juta jiwa terdapat sekitar 11 ribu pasien kanker anak per tahun. Di Jakarta dan sekitarnya, dengan jumlah penduduk 12 juta jiwa, diperkirakan terdapat 650 pasien kanker anak per tahun.

Kematian karena kanker memang masih tinggi. Bahkan berdasarkan penelitian Murray dan Lopez dari Harvard University pada tahun 1990 di Amerika, kanker merupakan penyakit kematian nomor dua setelah penyakit kardiovaskuler. Dari seluruh kejadian kanker pada manusia, kanker pada anak hanya 2-3 persennya saja. Meski begitu, kanker pada anak memberikan dampak tersendiri.

Dari sejumlah catatan, beberapa jenis kanker yang sering terjadi pada anak-anak terdapat di organ atau alat tubuh yang letaknya di dalam, seperti sumsum tulang, kelenjar getah bening, otak, mata, ginjal, sel otot dan lain-lain. Meskipun leukemia atau kanker darah merupakan kanker yang paling banyak dijumpai pada anak, yaitu 25-30 persen dari seluruh kanker anak. Menyusul berturut-turut kanker otak, retinoblastoma (kanker retina mata), limfoma (kanker kelenjar getah bening), neuroblastoma (kanker saraf), kanker ginjal (tumor Wilms), rabdomiosarkoma (kanker otot lurik), dan osteosarkoma (kanker tulang).

FAKTOR PENYEBAB

Menurut dr. Endang Windiastuti, SpA(K), MM (Paed.), faktor penyebab munculnya kanker sampai sekarang belum diketahui pasti. Namun diduga ada kaitannya dengan radiasi sinar radioaktif dan bahan-bahan kimia seperti zat pengawet. Ada juga yang menduga karena infeksi virus. “Semua itu masih dugaan-dugaan, belum secara pasti A menyebabkan B,” ujar dokter dari bagian Hematologi RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
Kanker juga bisa terjadi sejak anak dilahirkan, karena itulah para pakar juga menduga bahwa penyakit ini berkaitan dengan genetik. Walau penyebabnya masih sulit ditebak, penyembuhannya bisa mudah asal ditangani sejak dini dan sampai tuntas. “Jadi, sebetulnya semua anak punya risiko yang sama, tapi risiko jadi lebih tinggi jika salah satu orang tuanya menderita. Yang pasti, semakin dini ditemukan, semakin besar kemungkinannya untuk disembuhkan.”

KANKER YANG BANYAK DITEMUKAN PADA ANAK
1. Leukemia (kanker darah)
Leukemia adalah kanker darah yang paling banyak dijumpai pada anak-anak. Leukemia mempuyai harapan sembuh dengan pengobatan yang benar dan tepat. Gejala yang perlu diwaspadai dan sering ditemukan antara lain pucat, demam, dan perdarahan yang tak jelas sebabnya, nyeri pada tulang dan perut yang teraba keras atau membengkak. Terkadang ditemukan benjolan di kulit, pembengkakan gusi atau kelumpuhan otot wajah atau tungkai.

2. Tumor Otak
Tumor pada otak dapat mengganggu fungsi dan merusak struktur susunan saraf pusat karena terletak di dalam rongga yang terbatas (rongga tengkorak). Gejala yang harus diwaspadai adalah sakit kepala disertai mual dan muntah. Daya penglihatan berkurang, penurunan kesadaran dan perubahan perilaku. Pada bayi biasanya ubun-ubun besar menonjol. Hal lain yang patut dicurigai adalah bila terdapat gangguan bicara dan keseimbangan tubuh, anggota gerak melemah dan kejang.

3. Retinoblastoma (kanker mata)
Gejala yang perlu diwaspadai adalah adanya bercak putih di bagian tengah mata yang seolah bersinar bila kena cahaya seperti mata kucing. Penglihatan terganggu, mata menjadi juling, dan bola mata menonjol keluar.

4. Limfoma (kanker kelenjar getah bening)
Kanker ini biasanya ditandai dengan pembesaran dan pembengkakan kelenjar getah bening yang cepat tanpa disertai rasa nyeri. Pembesaran kelenjar getah bening di daerah leher, ketiak, selangkangan, dan usus. Bila timbulnya di kelenjar getah bening dalam usus maka dapat menyebabkan sumbatan pada usus dengan gejala sakit perut, muntah, tak bisa buang air besar dan demam. Bila tumbuh di daerah dada maka dapat mendorong atau menekan saluran napas sehingga menyebabkan sesak dan muka membiru.


5. Neuroblastoma (kanker saraf)
Neuroblastoma dapat terjadi di daerah leher atau rongga dada dan mata. Bila terdapat di daerah mata dapat menyebabkan bola mata menonjol, kelopak mata turun, dan pupil melebar. Khas dijumpai tanda “racoon eyes”. Bila terdapat di tulang belakang dapat menekan saraf tulang belakang dan mengakibatkan kelumpuhan yang cepat. Tumor di daerah perut akan teraba bila sudah besar. Penyebaran pada tulang dapat menyebabkan patah tulang tanpa sebab dan tanpa nyeri sehingga penderitanya dapat pincang mendadak.

6. Tumor Wilms (kanker ginjal)
Kanker ini dapat ditandai dengan kencing berdarah, rasa tak enak di dalam perut dan bila sudah cukup besar teraba keras.

7. Rabdomiosarkoma (kanker jaringan otot lurik)
Kanker ini ditemui pada otot di mana saja, biasanya terdapat di daerah kepala, leher, kandung kemih, prostat (kelenjar kelamin pria) dan vagina. Gejala yang ditimbulkan tergantung letak kanker. Pada rongga mata menyebabkan mata menonjol keluar. Di telinga menyebabkan nyeri atau keluarnya darah dari lubang telinga. Di tenggorokan menyebabkan sumbatan jalan napas, radang sinus, keluar darah dari hidung (mimisan), dan sulit menelan. Di saluran kemih menyebabkan gangguan buang air kecil dan air seni berdarah. Bila mengenai saluran pencernaan dapat mengalami gangguan buang air besar. Bila mengenai otot anggota gerak akan membengkak.

8. Osteosarkoma (kanker tulang)
Pembengkakan yang cepat bila disertai rasa nyeri pada tulang perlu diwaspadai kemungkinan adanya kanker tulang. Kanker ini dapat menyerang setiap bagian tulang, tapi yang terbanyak ditemukan pada tungkai, lengan, dan pinggul.


PENGOBATAN KANKER
Pengobatan kanker pada anak pada dasarnya sama dengan kanker pada orang dewasa. Yakni kombinasi antara operasi, radioterapi dan kemoterapi serta transplantasi sumsum tulang. Khusus untuk leukemia dan limfoma pengobatan utama adalah kemoterapi. Kemoterapi atau radioterapi umumnya diberikan sebelum operasi untuk mengecilkan tumor serta sesudah operasi untuk membasmi sisa sel tumor dan anak sebar.

Sayangnya, kebanyakan pasien yang datang ke rumah sakit sudah pada stadium 3-4 dimana kankernya sudah menyebar ke mana-mana. Jadi keberhasilan bisa disembuhkan hanya 30 persen. Kalau pada stadium dini, tentunya keberhasilan lebih tinggi. Untuk itu, dianjurkan pada orang tua untuk mendeteksi dini dan mewaspadai gejala-gejala kanker. Misalnya, anak dengan leukemia selalu datang dengan keluhan pucat dan demam. Demam yang tak sembuh dengan antibiotik dan tak kunjung reda dengan pemberian obat penurun panas. Akan tetapi dengan cek darah bisa kelihatan. Jadi kalau ada benjolan di mana pun, segera periksakan ke dokter sampai terbukti itu bukan kanker.

Sebagai upaya proteksi diri, pola makan anak pun perlu diperhatikan. Orang tua dianjurkan untuk tidak memberi makanan yang banyak mengandung lemak dan protein pada anak, sebab makanan tersebut dapat merangsang tumbuhnya sel kanker. Bagi para ibu hamil juga dianjurkan untuk tidak menyantap makanan yang mengandung bahan kimia dan sedapat mungkin menghindari radiasi.

PERAN YOAI

Kehadiran Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) banyak memberikan bantuan penyebaran informasi mengenai kanker. Para dokter diajak kerja sama untuk memberikan edukasi pada kalangan awam. Lembaga ini juga membantu biaya pengobatan atau perawatan bagi anak penderita kanker yang tak mampu secara ekonomi. Jadi membantu membiaya pasien-pasien meski tak tak seluruhnya ditanggung.

YOAI turut memberikan konseling pada keluarga atau penderita kanker oleh para ahli. Lembaga ini berusaha berbagi rasa maupun pengalaman secara langsung untuk keluarga yang anaknya menderita kanker.

~ by Dr Heru Noviat Herdata SpA on 12/09/2008.

6 Responses to “Waspadai Kanker Yang Menyerang Si Kecil”

  1. Pak mw tanya untuk mengetahui anak stadium brP hrus dgn cek dari sumsum ya?Tidak bsa scan atw mri?

  2. hasil cek sumsum tulang merupakan diagnostik pasti adanya leukemia, sehingga bila anak dicurigai menderita leukemia segeralah untuk cek sumsum tulang tanpa menunggu stadiumnya. Scan dan MRI hanya sebagai penunjang diagnostik saja.

  3. keponakan saya usia 5 th menderita osteosarcoma, dari hasil scan dan MRI sel kanker sudah menyebar ke tulang sumsum, apakah keponakan saya ini masih bisa sembuh Pak dr?

  4. Kpd Yth Bpk/Ibu Pengurus YOAI
    Saat ini putri kami yg ke-3 umur 1,5 thn akan menjalani operasi pengangkatan bola mata sblh kiri karena menderita RETINOBLASTOMA, kami dr klrg kurang mampu, yg ingin kami tanyakan bgmn prosedur unt permohonan bantuan dana tsb? Trmksh

  5. bagaimana cara kita mensuport dan memberi dorongan agar penderita kanker punya semangat untuk sembuh?

  6. pak dr, do’akan saya agar saya bisa menjadi dokter spesialis bedah onkologi…..
    saya tidak ingin melihat saudara-saudara saya hidupnya tersiksa oleh kanker.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: