Pemilihan Terapi Kanker

Memilih obat kanker tidaklah mudah, banyak faktor yang perlu diperhatikan misalnya :
– Jenis kanker
– Kemosensitivitas dan radiosensitivitas kanker
– Imunitas Tubuh dan kemampuan pasien untuk menerima terapi yang kita berikan.
– Efek samping terapi yang kita berikan

Jenis Kanker
Untuk keperluan pemberian kemoterapi , kanker dibagi menjadi 2 jenis yaitu :

1.Kanker Hemopoitik dan limfopoitik.
Kanker hemopoitik dan limfopoitik umumnya merupakan kanker sistemik. Termasuk dalam jenis kanker ini adalah kanker darah (leukemia), limfoma maligna dan sumsum tulang (myeloma). Terapi utama kenker hematologi adalah kemoterapi, sedangkan operasi dan radioterapi sebagai adjuvan.

2.Kanker padat (solid).
Kanker padat bisa  lokal, bisa menyebar ke regional dan atau sistemik ke organ-organ lain. Dalam kanker jenis ini termasuk kanker diluar hematologi. Terapi utama kanker ini adalah operasi dan atau radioterapi, sedangkan kemoterapi baru diberikan pada stadium lanjut sebagai adjuvan.

Sensitivitas Kanker
Sensitivitas tumor terhadap obat anti-kanker tidaklah sama, sehingga terbagi menjadi 3 macam :

1. Sensitif
Kemosensitif :
– leukemia
– limfoma maligna
– myeloma
– choriocharsinoma
– kanker testis

Radiosensitif :
Tumor yang dapat dihancurkan dengan dosis 3500-6000 rads dalam 3-4 minggu
– Lymphoma maligna
– Myeloma
– Retinoblastoma
– Seminoma
– Basalioma
– Kanker laring T1

2. Responsif
Kemoresponsif :
– Tumor yang kecil
– Tumor yang pertumbuhannya cepat
– Tumor yang deferensiasi selnya jelek

Radioresponsif
– Kanker yang ukurannya sedang, T2-T3 dan dapat dihancurkan dengan dosis 6000-8000 rads      dalam 3-4 minggu

3. Resisten
Kemoresisten :
– Tumor besar
– Kanker yang pertumbuhannya pelan
– Kanker yang diferensiasi selnya baik
Contoh : kanker otak, fibrosarkoma, melanoma maligna

Radioresisten
Tumor yang baru bisa dihancurkan dengan dosis lebih dari 8000 rads. Contoh : Melanoma    maligna, adenokarsinoma, kanker otak, sarkoma jaringan lunak.

Radiosensitivitas tumor tergantung dari banyak faktor, antara lain :
a. Tipe histologi tumor
b. Derajat diferensiasi sel
c. Besar tumor
d. Vaskularisasi Tumor
e. Lokasi topografi tumor

Beberapa jenis obat dan keadaan yang dapat menambah sensitifitas radioterapi : Oksigenasi, Hipertermi, Levamisol, beberapa sitostatika.
Sensitifitas kanker terhadap kemoterapi biasanya ada sejak awal mulanya dan dapat pula timbul dalam perjalanan pengobatan kanker.

Resistensi Terhadap Kemoterapi
Resistensi terhadap kemoterapi dapat terjadi karena farmakokinetika obat itu seperti :

a. Perubahan absorbsi
– Variabilitas absorbsi obat di gastrointestinal
– Adanya penyakit gastointestinal
– Tidak makan obat seperti seharusnya (non compliance)
– Formulasi obat yang tidak cocok

b. Perubahan distribusi
– Perubahan ikatan obat dengan protein serum
– Perubahan distribusi karena obat lain yang mengikat protein serum

c. Perubahan metabolisme
– Perubahan enzim yang mengadakan detoksifikasi
– Penyakit hati
– Ada obat lain yang ikut serta
– Pengurangan konjugasi obat karena usia

d. Pengurangan ekskresi
– Penyakit hati
– Penyakit ginjal

~ by Dr Heru Noviat Herdata SpA on 04/09/2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: