Anemia Defisiensi Besi

Prevalens anemia defisiensi besi (ADB) pada anak masih tinggi.Pada anak sekolah dasar berumur 7-13 tahun di Jakarta (1999) dari seluruh jenis anemia yang diderita,50% di antaranaya menderita ADB.
ADB memberikan dampak negatif kepada tumbuh-kembang anak.Hal ini disebabkan karena defisiensi besi selain dapat mengakibatkan komplikasi yang ringan antara lain kelainan kuku (kolonikia),atrofi papil lidah,glositis dan stomatitis yang dapat sembuh dengan pemberian besi,dapat pula memberikan komplikasi yang berat misalnya penurunan daya tahan tubuh terhadap infeksi,gangguan prestasi belajar,atau gangguan mental yang lainnya yang dapat berlangsung lama bahkan menetap.Oleh karena itu pengobatan terhadap defisiensi besi harus dimulai sedini mungkin.Demikian juga tindakan pencegahannya.

Penyebab defisiensi besi dapat dideteksi pada 80-82% kasus.Disamping fakor nutrisi yang menjadi penyebab utama,terdapat beberapa faktor lain sebagai penyebab defisiensi besi (tabel 1).

Tabel 1.Beberapa penyebab anemia defisiensi besi menurut umur

Bayi di bawah umur 1 tahun
> Persediaan besi yang kurang a.1 karena berat badan lahir rendah atau lahir
Kembar.ASI eksklusif tanpa suplemen besi,susu formula rendah besi,
Pertumbuhan cepat,anemia selama kehamilan.

Anak umur 1-2 tahun
> Masukan besi kurang karena tidak mendapat makanan tambahan atau hanya
Minum susu.
> Kebutuhan meningkat karena infeksi berulang atau menahun.
> Melabsorbsi

Anak berumur 2-5 tahun
> Masukan besi kurang karena jenis makanan kurang mengandung Fe
> Kebutuhan meningkat karena infeksi berulang/menahun
> Kehilangan berlebihan karena pendarahan antara lain karena divertikulum
Meckeli

Anak berumur 5 tahun-masa remaja
> Kehilangan besi karena perdarahan antara lain karena infestasi parasit
dan poliposis.

Usia remaja-dewasa
> Pada wanita antara lain karena menstruasi berlebihan.

Manifestasi klinis

Diagnosis ADB ditegakkan atas dasar adanya pucat yang berlangsung lama (kronik) disertai komplikasi tersebut di atas.pada pemeriksaan fisis hanya ditemukan pucat tanpa pendarahan (petekie,ekimosis,atau hematoma)maupun hematomegali.limpa kadang sedikit membesar tetepi umumnya tidak teraba.laboratorium menunjukkan kadar Hb rendah,jumlah eritrosit umumnya normal tetapi kadang rendah.jumlah leukosit,hitung jenis dan trombosit biasanya normal kecualidisertai infeksi.

Diagnosis

Diagnosis pasti pasti ditegakkan melalui pemeriksaan kadar besi/feritin serum yang rendah dan pewarnaan besi jaringan sumsum tulang.
Pengetahuan mengenai penyebab berdasarkan umur perlu diketahui untuk dapat mendeteksinya berdasarkan skala prioritas dan menghemat waktu dan biaya.Bila sarana dan biaya terbatas diagnosis kemungkinan anemia defisiensi besi dapat ditegakkan hanya berdasarkan keadaan sbb:
– Riwayat faktor predipossisi dan faktor penyebab.
– Pada pemeriksaan fisis hanya terdapat pucat tanpa perdarahan atau organomegali.
– Gambaran darah mikrosister.
– Responsif terhadap pemberian zat besi.

Tata Laksana

Sebelum timbul gejala,terdapat 2 stadium awal yaitu (1)stadium deplesi besi (iron depletion state) ditandai oleh penurunan kadar feritin serum tanpa penurunan kadar besi serum (SI) maupun Hb dan (2) stadium kekurangan besi (iron dedeficiency state) ditandai oleh penurunan kadar feritin serum dan SI tanpa penurunan kadar Hb.

Pengobatan sudah harus dimulai pada stadium dini untuk mencegah terjadinya ADB yang akan memberikan dampak negatif yang lebih berat pada tumbuh-kembang anak.

Obati penyebabnya (lihat tabel 1).

Pemberian Zat Besi

Preparat besi diberikan sampai kadar Hb normal,kemudian dilanjutkan sampai cadangan besi terpenuhi.sebaiknya dalam bentuk fero karena lebih mudah diserap daripada bentuk feri.≥≥≥

Besi dapat diberikan secara oral atau parenteral dengan dosis 3-5 mg besi elemental /kgbb.pemberian secara oral berupa ferosuifas merupakan cara yang mudah,murah dan hasilnya memuaskan.untuk mengurangi efek samping mual dan sakit perut,diberikan dalam dua dosis segera sesudah makan.

Pemberian parenteral dilakukan bila dengan pemberian secara oral gagal antara lain akibat melabsorbsi atau efek samping syok anafilaktik.

Hasil pengobatan dinilai dengan pemeriksaan Hb dan retikulosit seminggu sekali,atau sampai 2 bulan setelah Hb normal tanpa pemeriksaan SI dan feritin.

Tranfusi Darah

Tranfusi darah hanya dilakukan bila kadar Hb kurang dari 6 g/dl atau kadar Hb≥ 6g/dl disertai lemah,gagal jantung,infeksi berat atau akan menjalani oprasi.
Diberikan packed red cells (PRC) dosis 10-15ml/kgBB. Atau (Hb dinginkan – Hb sekarang) x 4 x kgBB.

Pencegahan dan Pendidikan

Pendididikan gizi

Pendidikan gizi merupakan hal yang penting dalam pencegahan defisiensi besi.ASI merupakan besi yang kurang dibandingkan dengan susu sapi. Tetapi penyerapan /bioaavailabilitasnya lebih tinggi ( 50% ) dari susu sapi. Bahkan susu sapi dapat menghambat penyerapan besi yang berasal dari sumber makanan lain. Karenanya pemberian ASI eksklusif perlu digalakkan dengan memberi pula makanan tambahan sesuai dengan usia.

Perlu dijelaskan bahwa kadar besi pada ikan,hati,daging,lebih tinggi ketimbang pada beras,bayam,gandum,kacang kedelai. Penyerapan besi nabati dihambat oleh tanin,kalsium dan serat dan dipercepat oleh Vit C,HCL,Asam Amino dan fruktosa. Besi yang berasal dari ikan,hati,daging tidak dipengaruhi oleh hal hal itu.

Pemberian suplemen/fortifikasi besi.

Pencegahan primer. Pemberian ASI eksklusif sesudah 4-6 bulan masih menyebabkan terjadinya defisiensi besi. Karenanya perlu suplementasi besi sebagai pencegahan primer. Bila digunakan susu formula perlu dipilih formula yang difortifikasi dengan besi.
Pencegahan sekunder. Bayi yang disertai satu atau lebih kriteria resiko yang seperti yang tercantum dalam tabel 2 harus menjalani skrining untuk kemungkinan menderita defisiensi besi. Skrining meliputi pemeriksaan darah tepi lengkap dan bila ada biaya sebaiknya memeriksa kadar feritin serum dan saturasi transferin.

Pendidikan kebersihan lingkungan

Pendidikan kebersihan lingkungan untuk mengurangi kemungkinan infeksi bakteri/infestasi parasit sebagai penyebeb defisiensi besi karena infeksi dan defisiensi besi merupakan lingkaran ( circulus vitiousus ) yang harus diputus.

~ by Dr Heru Noviat Herdata SpA on 02/09/2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: