Terapi Radiasi pada penderita Kanker

Definisi Terapi Radiasi
Terapi radiasi adalah terapi sinar menggunakan energi tinggi yang dapat menembus jaringan dalam rangka membunuh sel neoplasma.

Persyaratan Terapi Radiasi
Penyembuhan total terhadap karsinoma nasofaring apabila hanya menggunakan terapi radiasi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
– Belum didapatkannya sel tumor di luar area radiasi
– Tipe tumor yang radiosensitif
– Besar tumor yang kira-kira radiasi mampu mengatasinya
– Dosis yang optimal.
– Jangka waktu radiasi tepat
– Sebisa-bisanya menyelamatkan sel dan jaringan yang normal dari efek samping radiasi.

Dosis  radiasi pada limfonodi leher tergantung pada ukurannya sebelum kemoterapi diberikan. Pada limfonodi yang tak teraba diberikan radiasi sebesar 5000 cGy, < 2 cm diberikan 6600 cGy, antara 2-4 cm diberikan 7000 cGy dan bila lebih dari 4 cm diberikan dosis 7380 cGy, diberikan dalam 41 fraksi selama 5,5 minggu.

Sifat Terapi Radiasi
Terapi radiasi sendiri sifatnya adalah :
– Merupakan terapi yang sifatnya lokal dan regional
– Mematikan sel dengan cara merusak DNA yang akibatnya bisa mendestrukasi sel tumor
– Memiliki kemampuan untuk mempercepat proses apoptosis dari sel tumor.
– Ionisasi yang ditimbulkan oleh radiasi dapat mematikan sel tumor.
– Memiliki kemampuan mengurangi rasa sakit dengan mengecilkan ukuran tumor sehingga     mengurangi pendesakan di area sekitarnya..
– Berguna sebagai terapi paliatif untuk pasien dengan perdarahan dari tumornya.
– Walaupun pemberian radiasi bersifat lokal dan regional namun dapat mengakibatkan defek     imun secara general.

Efek Samping Terapi Radiasi :
1. Radiomukositis, stomatitis, hilangnya indra pengecapan, rasa nyeri dan ngilu pada gigi.
2.Xerostomia, trismus, otitis media
3.Pendengaran menurun
4.Pigmentasi kulit seperti fibrosis subkutan atau osteoradionekrosis.
5.Pada terapi kombinasi dengan sitostatika dapat timbul depresi sumsum tulang dan gangguan gastrointestinal.
6.Lhermitte syndrome karena radiasi myelitis.
7.Hypothyroidism
8.dsb

Pengaruh Terapi Radiasi Terhadap Sistem Imun
Secara luas dilaporkan bahwa segera setelah pemberian radiasi terjadi gangguan terhadap sel limfosit T, yang akibatnya memudahkan timbulnya berbagai macam infeksi. Pasien dengan tumor primer di leher dimana drainase limfatiknya juga di leher , setelah diberikan radiasi mengakibatkan berkurangnya limfosit darah tepi secara signifikan. Jumlah limfosit T CD4+ menurun lebih bermakna dibandingkan penurunan jumlah sel limfosit T CD8+. Gangguan akibat radiasi tidak hanya mempengaruhi jumlah sel limfosit T namun juga mengakibatkan defek pada fungsi sel T. Adanya gangguan fungsi dibuktikan dengan sulitnya sel T ini distimulasi pada percobaan invitro. Apakah defek jumlah dan  fungsi limfosit T pada penderita yang diterapi radiasi dapat reversibel? Penelitian menunjukkan bahwa ada kecenderungan normalisasi sel limfosit T CD4+ setelah 3-4 minggu pasca radiasi.

Jenis Pemberian Terapi Radiasi
Terapi radiasi pada karsinoma nasofaring bisa diberikan sebagai :
– Radiasi eksterna dengan berbagai macam teknik fraksinasi.
– Radiasi interna ( brachytherapy ) yang bisa berupa permanen implan atau intracavitary   barchytherapy.

Radiasi eksterna  dapat digunakan sebagai :
– pengobatan efektif pada tumor primer tanpa pembesaran kelenjar getah bening
– pembesaran tumor primer dengan pembesaran kelenjar getah bening
– Terapi yang dikombinasi dengan kemoterapi
– Terapi adjuvan diberikan pre operatif atau post operatif pada neck dissection

Radiasi Interna/ brachyterapi bisa digunakan untuk :
– Menambah kekurangan dosis pada tumor primer dan untuk menghindari terlalu banyak   jaringan sehat yang terkena radiasi.
– Sebagai booster bila masih ditemukan residu tumor
– Pengobatan kasus kambuh.

About these ads

~ by Dr Heru Noviat Herdata SpA on 04/09/2008.

2 Responses to “Terapi Radiasi pada penderita Kanker”

  1. bagaimana cara mendapatkan buku tentang terapi radiasi ini..
    kebenaran skripsi saya tentang terapi radiasi.. saya ingin mendalami tentang terapi ini..

  2. bagaimana tentang dosis2 yg dberikan,,,,begitu pula dengan sensitivitas dr organ2 yg berbeda dlm menerima sinar radiasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,520 other followers

%d bloggers like this: